Bab
I
Pendahuluan
I.
Latar
Belakang
Rumah sakit
sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan merupakan bagian
dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung
penyelenggaraan upaya kesehatan. Pada hakekatnya rumah sakit berfungsi sebagai
tempat penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Fungsi dimaksud memiliki
makna tanggung jawab yang seyogyanya merupakan tanggung jawab pemerintah dalam
meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. (Depkes RI, 2007).
Menurut
Marquis dan Huston (2000) dalam Nursalam (2014) menyatakan bahwa kualitas rumah
sakit sebagai institusi yang menghasilkan produk teknologi jasa kesehatan sudah
tentu tergantung juga pada kualitas pelayanan medis dan pelayanan keperawatan
yang diberikan kepada pasien.
Mutu
pelayanan keperawatan sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan menjadi
salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan di mata
masyarakat. Hal ini terjadi karena keperawatan merupakan kelompok profesi
dengan jumlah terbanyak, paling depan dan terdekat dengan penderitaan,
kesakitan, serta kesengsaraan yang dialami pasien dan keluarga. Salah satu
indikator dari mutu pelayanan keperawatan itu adalah apakah pelayanan
keperawatan yang diberikan itu memuaskan pasien atau tidak
(Nursalam, 2014).
Kepuasan
merupakan 2 perbandingan antara kualitas jasa pelayanan yang di dapat dengan
keinginan, kebutuhan dan harapan (Tjiptono,2004).
Rumah
Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat
(disingkat RSPAD Gatot Soebroto Puskesad) adalah sebuah rumah
sakit type A yang terletak di Jakarta
Pusat, Indonesia tepatnya berada di Jl. Dr. Abdul Rachman Saleh, rumah sakit ini berada dibawah
Komando Pusat Kesehatan Angkatan
Darat. Rumah sakit ini didirikan pemerintah kolonial Belanda
pada tahun 1819.
Di rumah sakit ini pulalah dirintis pendidikan dokter Jawa yang dikenal dengan
sebutan School tot Opleiding van
Inlandsche Artsen. Saat ini RSPAD Gatot Soebroto merupakan
rumah sakit tingkat satu dan menjadi rujukan tertinggi di jajaran TNI
yang memberikan perawatan kesehatan untuk prajurit TNI
AD,
Pegawai Negeri Sipil
serta masyarakat umum.
Nama
rumah sakit ini berasal dari nama Letnan
Jenderal TNI Gatot Soebroto, Guna menghormati dan mengenang jasa
Letjen TNI Gatot Soebroto.
Setelah
pengakuan kedaulatan Republik Indonesia tanggal 29
Desember 1949,
salah satu instalasi kesehatan militer yang diserahkan kepada tentara nasional
Indonesia ialah “Leger Hospital Batavia” . Pada tanggal 26
Juli
1950
dilaksanakan serah terima rumah sakit dari pihak TNI diwakili Letkol Kolonel
Dr. Satrio dan dari KNIL diwakili oleh Letnan Kolonel Dr. Scheffers. Rumah
sakit ini diberi nama Rumah Sakit Tentara Pusat (RSTP). RSTP adalah
suatu lembaga di bawah Djawatan Kesehatan Tentara Angkatan Darat (DKTAD). Pada
tahun 1953 sebutan DKTAD berubah menjadi DKAD. Sebutan ini memengaruhi juga
nama RSTP menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RUMKIT PUS-AD), namun
singkatan yang lebih dikenal adalah RSPAD.
Nama
RSPAD ini berjalan sampai akhir 1970, untuk memberi kehormatan kepada tokoh TNI Angkatan Darat
yang banyak jasanya terhadap para prajurit yang menderita sakit yaitu Jenderal TNI Gatot
Soebroto mantan wakil Kepala Staf Angkatan Darat,
maka kepala staf Angkatan Darat dengan Surat Keputusannya Nomor SKEP-582/X/1970
tanggal 22 Oktober 1970
menetapkan nama RSPAD menjadi Rumah Sakit Gatot Soebroto, disingkat
Rumkit Gatot Soebroto. Akhirnya untuk membuat keseragaman sebutan nama-nama
rumah sakit di lingkungan TNI Angkatan Darat,
Kajankesad dengan surat edaran Nomor SE/18/VIII/1977 tanggal 4
Agustus 1977
menetapkan sebutan untuk Rumah Sakit Gatot Soebroto menjadi Rumah Sakit
Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto). Guna
menghormati dan mengenang jasa Letjen
TNI Gatot Soebroto.
Rumah
Sakit RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) menggunakan sistem komunikasi
data secara Online maupun Offline yang dimana sistem komunikasi data secara
Online maupun Offline yang bertergantungan dengan beberapa komponen seperti :
Piranti Pengirim, Piranti Penerima, Pesan, Media Pengirim dan Protokol.
Beberapa
Piranti Pendukung :
1)
Hub
2)
Konektor UTP
3)
Kabel UTP
4)
Switch
5)
Router
6)
Access Point
7)
Print Server
8)
Coaxial
RSPAD
memiliki akreditasi dengan 16 jenis pelayanannya. Dan pelayanan yang dimaksud
adalah :
|
|
JENIS PELAYANAN
|
|
|
|
1
|
Pelayanan
gawat darurat
|
9
|
Pelayanan
gizi
|
|
2
|
Pelayanan
perawatan intensif
|
10
|
Pelayanan
peristi
|
|
3
|
Pelayanan
laboratorium
|
11
|
Pelayanan
kamar operasi
|
|
4
|
Pelayanan
administrasi dan manajemen
|
12
|
Pelayanan
K3
|
|
5
|
Pelayanan
keperawatan
|
13
|
Pelayanan
pengendalian infeksi
|
|
6
|
Pelayanan
medik
|
14
|
Pelayanan
rekam medik
|
|
7
|
Pelayanan
radiologi
|
15
|
Pelayanan
farmasi
|
|
8
|
Pelayanan
rehabilitasi medik
|
16
|
Pelayanan
darah
|
SPAD untuk
saat ini sudah memiliki Knowledge Management System (KMS) yang
diimplementasikan untuk para dokter-dokter di RSPAD. Dengan fungsi utama dari
KMS dimana yaitu untuk mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge agar
pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing dokter baik itu dokter umum maupun
dokter spesialis dapat ditransfer keindividu/dokter lainnya melalui proses
knowledge sharing dan knowledge presentation serta melalui manajamen pengetahuan
yang diharapkan dapat efektif meningkatkan kinerja dan pengetahuan para dokter
didalam mendiagnosa pasien. KMS menjadi salah satu sarana utama di dalam
pelaksanan proses-proses yang ada di dalam KM itu sendiri, sehingga perlu
adanya analisis untuk mencari tahu sejauh mana efektifitas dari kinerja KMS
tersebut dapat melaksanakan fungsinya dengan baik 5dan dapat berguna bagi
penggunanya. Hasil analisis yang ada nantinya dapat dijadikan bahan evaluasi
yang akan memberikan dampak pada pengembangan di dalam RSPAD nantinya.
Indikator
pelayanan RSPAD Gatot Subroto dapat di katakan memilki kecenderungan turun baik
itu dari indikator BOR serta NDR yang dimanapada indicator BOR (Bed Occupancy
Ratio/Angka PenggunaanTempatTidur) dikarenakan KM yang tidak secara efektif digunakan
didalam melakukan sharing informasi perihal tempat tidur untuk pasien sehingga didalam
penangannya menjadi lamban dan hasilnya memberikan informasi yang tidak valid Dan
menyebabkan pasien berpindah ke RS lainnya.
Dan pada indikator
NDR (Net Death Rate/Angka Kematian) dimana pada tahun 2010 terjadi kenaikan angka
kematian pada RSPAD GatotSubroto yang disebabkan oleh berbagai faktor yang
salah satunya yaitu KM yang tidak digunakan secara efektif sehingga didalam penanganan
pasien untuk penyakit ataupun diagnosa menjadi kurang tepat.
II.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah :
1.
Menganalisa Komunikasi Apa aja yang ada pada RSPAD ?
2.
Bagaimana Pengelolaan data Pada RSPAD?
III.
Tujuan
Masalah
Tujuan penelitian yang di lakukan :
1.
Menganalisa Komunikasi Apa aja yang ada pada RSPAD ?
2. Menganalisa
Pengelolaan data Pada RSPAD
IV.
Manfaat
Manfaat dilakukanya penelitian :
1.
Mengetahui Komunikasi yang ada Pada RSPAD
2.
Mengetahui pengelolaan yang ada di RSPAD
V.
Ruang
Lingkup
1.
Sejarah tentang berdirinya RSPAD
2.
Komunikasi yang ada pada RSPAD
3.
Pengelolaan RSPAD
4.
Pelayanan yang ada pada RSPAD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar