Jumat, 27 April 2018

Komunikasi Data RSPAD


Bab I
Pendahuluan
      I.            Latar Belakang
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. Pada hakekatnya rumah sakit berfungsi sebagai tempat penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Fungsi dimaksud memiliki makna tanggung jawab yang seyogyanya merupakan tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. (Depkes RI, 2007).
Menurut Marquis dan Huston (2000) dalam Nursalam (2014) menyatakan bahwa kualitas rumah sakit sebagai institusi yang menghasilkan produk teknologi jasa kesehatan sudah tentu tergantung juga pada kualitas pelayanan medis dan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien.
Mutu pelayanan keperawatan sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan di mata masyarakat. Hal ini terjadi karena keperawatan merupakan kelompok profesi dengan jumlah terbanyak, paling depan dan terdekat dengan penderitaan, kesakitan, serta kesengsaraan yang dialami pasien dan keluarga. Salah satu indikator dari mutu pelayanan keperawatan itu adalah apakah pelayanan keperawatan yang diberikan itu memuaskan pasien atau tidak
(Nursalam, 2014).
Kepuasan merupakan 2 perbandingan antara kualitas jasa pelayanan yang di dapat dengan keinginan, kebutuhan dan harapan (Tjiptono,2004).
Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat (disingkat RSPAD Gatot Soebroto Puskesad) adalah sebuah rumah sakit type A yang terletak di Jakarta Pusat, Indonesia tepatnya berada di Jl. Dr. Abdul Rachman Saleh, rumah sakit ini berada dibawah Komando Pusat Kesehatan Angkatan Darat. Rumah sakit ini didirikan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1819. Di rumah sakit ini pulalah dirintis pendidikan dokter Jawa yang dikenal dengan sebutan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen. Saat ini RSPAD Gatot Soebroto merupakan rumah sakit tingkat satu dan menjadi rujukan tertinggi di jajaran TNI yang memberikan perawatan kesehatan untuk prajurit TNI AD, Pegawai Negeri Sipil serta masyarakat umum.
Nama rumah sakit ini berasal dari nama Letnan Jenderal TNI Gatot Soebroto, Guna menghormati dan mengenang jasa Letjen TNI Gatot Soebroto.
Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia tanggal 29 Desember 1949, salah satu instalasi kesehatan militer yang diserahkan kepada tentara nasional Indonesia ialah “Leger Hospital Batavia” . Pada tanggal 26 Juli 1950 dilaksanakan serah terima rumah sakit dari pihak TNI diwakili Letkol Kolonel Dr. Satrio dan dari KNIL diwakili oleh Letnan Kolonel Dr. Scheffers. Rumah sakit ini diberi nama Rumah Sakit Tentara Pusat (RSTP). RSTP adalah suatu lembaga di bawah Djawatan Kesehatan Tentara Angkatan Darat (DKTAD). Pada tahun 1953 sebutan DKTAD berubah menjadi DKAD. Sebutan ini memengaruhi juga nama RSTP menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RUMKIT PUS-AD), namun singkatan yang lebih dikenal adalah RSPAD.
Nama RSPAD ini berjalan sampai akhir 1970, untuk memberi kehormatan kepada tokoh TNI Angkatan Darat yang banyak jasanya terhadap para prajurit yang menderita sakit yaitu Jenderal TNI Gatot Soebroto mantan wakil Kepala Staf Angkatan Darat, maka kepala staf Angkatan Darat dengan Surat Keputusannya Nomor SKEP-582/X/1970 tanggal 22 Oktober 1970 menetapkan nama RSPAD menjadi Rumah Sakit Gatot Soebroto, disingkat Rumkit Gatot Soebroto. Akhirnya untuk membuat keseragaman sebutan nama-nama rumah sakit di lingkungan TNI Angkatan Darat, Kajankesad dengan surat edaran Nomor SE/18/VIII/1977 tanggal 4 Agustus 1977 menetapkan sebutan untuk Rumah Sakit Gatot Soebroto menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto). Guna menghormati dan mengenang jasa Letjen TNI Gatot Soebroto.
Rumah Sakit RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) menggunakan sistem komunikasi data secara Online maupun Offline yang dimana sistem komunikasi data secara Online maupun Offline yang bertergantungan dengan beberapa komponen seperti : Piranti Pengirim, Piranti Penerima, Pesan, Media Pengirim dan Protokol.

Beberapa Piranti Pendukung :
1)      Hub
2)      Konektor UTP
3)      Kabel UTP
4)      Switch
5)      Router
6)      Access Point
7)      Print Server
8)      Coaxial

RSPAD memiliki akreditasi dengan 16 jenis pelayanannya. Dan pelayanan yang dimaksud adalah : 

JENIS PELAYANAN


1
Pelayanan gawat darurat
9
Pelayanan gizi
2
Pelayanan perawatan intensif
10
Pelayanan peristi
3
Pelayanan laboratorium
11
Pelayanan kamar operasi
4
Pelayanan administrasi dan manajemen
12
Pelayanan K3
5
Pelayanan keperawatan
13
Pelayanan pengendalian infeksi
6
Pelayanan medik
14
Pelayanan rekam medik
7
Pelayanan radiologi
15
Pelayanan farmasi
8
Pelayanan rehabilitasi medik
16
Pelayanan darah

SPAD untuk saat ini sudah memiliki Knowledge Management System (KMS) yang diimplementasikan untuk para dokter-dokter di RSPAD. Dengan fungsi utama dari KMS dimana yaitu untuk mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge agar pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing dokter baik itu dokter umum maupun dokter spesialis dapat ditransfer keindividu/dokter lainnya melalui proses knowledge sharing dan knowledge presentation serta melalui manajamen pengetahuan yang diharapkan dapat efektif meningkatkan kinerja dan pengetahuan para dokter didalam mendiagnosa pasien. KMS menjadi salah satu sarana utama di dalam pelaksanan proses-proses yang ada di dalam KM itu sendiri, sehingga perlu adanya analisis untuk mencari tahu sejauh mana efektifitas dari kinerja KMS tersebut dapat melaksanakan fungsinya dengan baik 5dan dapat berguna bagi penggunanya. Hasil analisis yang ada nantinya dapat dijadikan bahan evaluasi yang akan memberikan dampak pada pengembangan di dalam RSPAD nantinya.
Indikator pelayanan RSPAD Gatot Subroto dapat di katakan memilki kecenderungan turun baik itu dari indikator BOR serta NDR yang dimanapada indicator BOR (Bed Occupancy Ratio/Angka PenggunaanTempatTidur) dikarenakan KM yang tidak secara efektif digunakan didalam melakukan sharing informasi perihal tempat tidur untuk pasien sehingga didalam penangannya menjadi lamban dan hasilnya memberikan informasi yang tidak valid Dan menyebabkan pasien berpindah ke RS lainnya.
Dan pada indikator NDR (Net Death Rate/Angka Kematian) dimana pada tahun 2010 terjadi kenaikan angka kematian pada RSPAD GatotSubroto yang disebabkan oleh berbagai faktor yang salah satunya yaitu KM yang tidak digunakan secara efektif sehingga didalam penanganan pasien untuk penyakit ataupun diagnosa menjadi kurang tepat.

    II.            Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Menganalisa Komunikasi Apa aja yang ada pada RSPAD ?
2.      Bagaimana Pengelolaan data Pada RSPAD?

 III.            Tujuan Masalah
Tujuan penelitian yang di lakukan :
1.      Menganalisa Komunikasi Apa aja yang ada pada RSPAD ?
2.      Menganalisa Pengelolaan data Pada RSPAD

 IV.            Manfaat
Manfaat dilakukanya penelitian :
1.      Mengetahui Komunikasi yang ada Pada RSPAD
2.      Mengetahui pengelolaan yang ada di RSPAD

    V.            Ruang Lingkup
1.      Sejarah tentang berdirinya RSPAD
2.      Komunikasi yang ada pada RSPAD
3.      Pengelolaan RSPAD
4.      Pelayanan yang ada pada RSPAD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar